Healthy
Lifestyle

Plantar Fasciitis adalah permasalahan kaki sakit yang sering ditandai oleh munculnya rasa nyeri di bagian telapak. Bagian penyangga kaki ini biasa dikenal dengan istilah Plantar Fascia. Yakni penyangga telapak kaki yang menghubungkan tumit dengan jari kaki.

Seperti dikutip dari Kompas permasalahan Plantar Fasciitis sering dialami seseorang terutama pada pagi hari. Karena rasa nyeri yang muncul di bagian persendian, kemunculan gejala ini sering dikaitkan dengan masalah asam urat.

Diagnosis yang salah sejak awal, dan penanganan yang salah sejak awal (Karena dianggap berhubungan dengan asam urat), membuat masalah ini tak kunjung selesai. Dan rasa nyeri akan terasa dalam waktu lama, sehingga mengganggu sebagian besar mobilitas Anda.

Baca Juga : Nyeri Tumit dan Kaki Sakit Saat Bangun Tidur

 

Apa Itu Plantar Fasciitis ?

Pada dasarnya, Plantar Fasciitis adalah peradangan yang terjadi bada bagian ligamen atau biasa dikenal dengan Plantar Fascia.  Peradangan ini terjadi karena bagian Plantar Fascia terlalu sering meregang.

Peregangan ini terjadi karena satu dan beberapa hal. Seperti masalah kegemukan, penggunaan penggunaan sepatu berhak tinggi atau terlalu rendah, dan menggunakan sepatu dengan ukuran terlalu kecil. Dampaknya, bagian ligamen menjadi lemah, lalu membengkak karena terjadi peradangan.

Peradangan dan pembengkakan pada bagian Plantar Fascia pada akhirnya berdampak pada kesulitan seseorang menggunakan kaki. Dan akan terasa pada saat berdiri dan berjalan, kejadian ini sering muncul pada saat bangun pagi, atau setelah duduk dalam intensitas terlalu lama.

Dr Laura Djuriantina, spesialis fisik dan rehabilitasi RS Pondok Indah mengatakan, gejala nyeri karena masalah Plantar Fasciitis sering terjadi relatif berbeda satu orang dengan yang lain. Bahkan rata-rata jika diabaikan gejala ini bisa terjadi selama 2-3 bulan.

Plantar Fasciitis sendiri sering terjadi pada kebanyakan pria saat berusia 40-60 tahun. Meski demikian, hal ini juga banyak diderita wanita, terutama bagi mereka yang suka menggunakan sepatu berhak tinggi dan kebiasaan berdiri terlalu lama.

Seperti dikutip dari Hellosehat, masalah kaki ini juga sering dialami oleh para atlet. Terutama bagi mereka yang hobi dan sering melakukan aktivitas lari. Bagi orang obesitas, atau kegemukan, masalah ini juga kerap terjadi karena bantalan telapak kaki atau Plantar Fascia bekerja terlalu berat menahan beban tubuh berlebih.

Permasalahan ini sering terjadi pada saat bangun tidur. Menjadi kurang aktif adalah langkah keliru, karena dalam skala ringan, masalah ini bisa hilang dengan sendirinya saat Anda beraktivitas atau mulai banyak berjalan.

Pada kasus agak berat, permasalahan ini kerap berdampak pada munculnya bengkat atau memar di sekitar tumit dan jari kaki. Berkonsultasi dengan dokter atau ahli terapi kaki adalah solusi tepat dalam menemukan dan mengatasi permasalahan ini.

 

Terapi Untuk Plantar Fasciitis

Penanganan masalah Plantar Fasciitis dilakukan sesuai dengan seberapa parah masalah ini diderita oleh seseorang. Untuk itu, umumnya terapi untuk Plantar Fasciitis dilakukan berbeda sesuai dengan skala peradangan yang terjadi.

Terapi untuk Plantar Fasciitis yang masih bersekala ringan dapat dilakukan sendiri di rumah, dengan melakukan beberapa terapi sederhana. Terapi ini dilakukan dengan tujuan mengurangi beban dan kerja kaki, sehingga bagian telapak kaki, atau Plantar Fascia tidak mendapat beban berlebih.

Jika rasa nyeri mulai terasa, terapi untuk Plantar Fasciitis di rumah bisa dilakukan dengan beberapa langkah sebagai berikut :

Istirahat barang sejenak.

Gejala Plantar Fasciitis sering muncul pada saat bagian telapak kaki mendapat beban berlebih. Untuk itu, beristirahat adalah cara tepat untuk mengatasi masalah nyeri yang muncul secara tiba-tiba.

Berhenti sejenak saat berolahraga.

Seperti tips sebelumnya, mengistirahatkan kaki disela-sela berolahraga adalah cara mengatasi rasa nyeri atau mengurangi risiko dampak Plantar Fasciitis terjadi. Untuk itu, pastikan hal ini Anda lakukan saat berolahraga.

Peregangan sebelum beraktivitas.

Agar otot bekerja dengan baik dan benar, pastikan Anda melakukan peregangan sebelum beraktivitas, terutama sebelum berolahraga. Cara ini juga ampuh dalam mengatasi masalah Plnatar Fasciitis.

Menurut Laura, proses indentifikasi seberapa parah masalah ini diderita oleh seseorang dilakukan dengan cara pemeriksaan. Cara ini biasa diawali dengan konsultasi, dan pada umumnya dibutuhan pemeriksaan radiologi untuk mengetahui tingkat keakuratan permasalahan.

Laura menambahkan, proses pemeriksaan ini dilakukan dengan media pemeriksaan menggunakan media USG dan MRI. Melalui cara ini, pengapuran pada bagian tulang tumit penyebab permasalahan Plantar Fasciitis bisa dimoninor secara tepat.

Jika gejala peradangan masih bersifat ringan, Terapi Untuk plantar fasciitis dilakukan dengan cara pengobatan. Biasanya dokter akan memberi resep obat anti peradangan. Jika dibutuhkan, juga dilakukan suntikan kortikosteroid untuk mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri karena peradangan.

Namun jika masalah terlanjur sudah berat, terapi Untuk plantar fasciitis dilakukan dengan 2 proses yakni pembedahan dan non pembedahan. Kasus pembedahan dilakukan langsung pada permasalahan atau bagian peradangan.

Sementara proses nonpembedahan dilakukan dengan media Radial Shock Wave Therapy (RSWT). Metode ini dilakukan dengan menggunakan gelombang kejut yang ditujukan pada jaringan telapak kaki (Plantar Fascia) yang mengalami peradangan.

Baik dalam gejala ringan dan setelah proses penanganan paska operasi, terapi Untuk plantar fasciitis juga kerap dilakukan dengan menggunakan alas kaki khusus. Alat ini biasa dikenal dengan istilah insole sepatu kesehatan.

 

Sepatu Untuk Penderita Plantar Fasciitis

Saat ini banyak produk khusus Sepatu Untuk Penderita plantar fasciitis yang ditawarkan dengan bantalan kaki khusus. Produk ini diharapkan dapat menyangga telapak kaki sehingga saat bekerja berada di posisi semestinya.

Sepatu Untuk Penderita plantar fasciitis pada umumnya didesain dengan model luar tak jauh berbeda dengan produk sepatu konvensional kebanyakan. Hanya saja, untuk memberi efek nyaman dan terapi kesehatan, bantalan kaki sering dimodifikasi sedemikian rupa.

Fungsinya, menyangga bagian telapak kaki atau Plantar Fascia yang berbentuk melekuk-lekuk (tidak datar). Sehingga menghindari bagian kaki berada di posisi kurang tepat, penyebab munculnya sindrom kaki datar, penyebab permasalahan Plantar Fasciitis.

Produk sol sepatu kesehatan paling sering di jumpai di produk sepatu olahraga. Penyangga alas kaki yang baik juga akan memberi Anda manfaat keseimbangan. Sehingga dapat meningkatkan performa mobilitas Anda dalam hal berolahraga.

Sayangnya, tak semua produk memiliki sol sepatu kesehatan yang berfungsi menyangga alas kaki agar tetap sehat dan terhindar masalah Plantar Fasciitis. Beberapa produk hanya didukung bentuk alas kaki datar, tanpa memberi efek nyaman pada saat digunakan.

Tak perlu khawatir, dalam hal ini Anda tetap bisa menggunakan produk sepatu tersebut. Hanya saja untuk alasan kesehatan, Anda bisa mengganti bagian alas kaki dengan produk sol sepatu kesehatan, atau biasa dikenal insole sepatu kesehatan.

Produk ini kini dijual dengan beragam keuntungan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Termasuk kebutuhan ukuran, karena tak hanya orang dewasa, anak-anak juga kerap membutuhkan alat penyangga telapak kaki sehat ini.

Karena tak hanya orang dewasa, masalah nyeri kaki juga kerap dialami oleh Anak-anak karena disebabkan oleh simdrom kaki datar.

Share

Copyright 2017 thesolestudio all rights reserved

Follow us at